BPF Malang

Image

Bestprofit | Minyak Stabil, Pasar Tunggu Langkah OPEC+

Bestprofit (27/5) – Harga minyak mengalami stabilisasi pada hari Senin (26/5), menyusul kabar bahwa delapan negara anggota OPEC+ yang sebelumnya telah menyatakan komitmen untuk memangkas produksi secara sukarela, akan menggelar pertemuan lebih awal dari jadwal semula. Pertemuan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 31 Mei, satu hari lebih cepat dari yang sebelumnya direncanakan.

Harga minyak mentah Brent ditutup melemah tipis, turun empat sen menjadi $64,74 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS diperdagangkan di angka $61,53 per barel, tidak berubah dibandingkan sesi sebelumnya.

Stabilitas harga ini terjadi di tengah volume perdagangan yang lebih rendah dari biasanya karena libur Memorial Day di Amerika Serikat. Para pelaku pasar menahan aktivitas sembari menunggu kepastian dari pertemuan OPEC+ yang diprediksi akan sangat memengaruhi arah pasar minyak global dalam beberapa bulan mendatang.

Bestprofit | Minyak Naik Jelang Libur dan Isu Iran

Potensi Penambahan Produksi Jadi Sorotan

Menurut tiga sumber internal dari OPEC+ yang dikutip oleh Reuters, pertemuan mendatang diperkirakan akan menentukan tingkat produksi untuk bulan Juli. Sumber-sumber tersebut menyebutkan bahwa sebelumnya telah dibahas kemungkinan penambahan produksi sebesar 411.000 barel per hari.

Namun, menurut pernyataan Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak yang dilansir kantor berita RIA, hingga saat ini OPEC+ belum secara resmi mendiskusikan kemungkinan peningkatan produksi tersebut. Novak menegaskan bahwa pembahasan tersebut masih akan dilakukan dalam forum resmi mendatang.

Adapun pertemuan OPEC+ pada 31 Mei ini terpisah dari pertemuan tingkat menteri daring yang akan diadakan pada 28 Mei, menunjukkan bahwa keputusan mengenai kebijakan produksi mungkin akan berlangsung dalam dua tahap.


Kunjungi juga : bestprofit futures

Pasar Minyak “Kehabisan Tenaga” Menanti Aksi Nyata

Rory Johnston, analis berbasis di Toronto dan pendiri buletin energi Commodity Context, menyatakan bahwa pasar saat ini terasa “kehabisan tenaga.” Ia menilai para investor dan pedagang cenderung menahan diri untuk bereaksi sebelum ada perkembangan konkret dari OPEC+.

“Pada titik ini, pasar seperti lelah dengan berita-berita spekulatif. Semua menunggu tindakan nyata,” ujar Johnston. Ia juga mengungkapkan bahwa produksi OPEC sedikit menurun pada bulan April, meskipun seharusnya sudah ada peningkatan sesuai jadwal. Hal ini menambah ketidakpastian dan keraguan di pasar terhadap kepatuhan dan implementasi kebijakan yang telah diumumkan.

Sentimen Global Membantu Menahan Harga

Harga minyak sempat bergerak naik pada awal sesi Senin setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ia telah menyetujui perpanjangan batas waktu perundingan perdagangan dengan Uni Eropa hingga 9 Juli. Keputusan ini memberikan kelegaan sementara bagi pasar yang sebelumnya khawatir terhadap potensi kebijakan tarif AS yang bisa menekan permintaan energi global, khususnya di kawasan Eropa.

Langkah ini juga dipandang sebagai penangguhan dari potensi eskalasi kebijakan perdagangan lainnya, sehingga memberikan ruang stabilisasi di pasar global. Indeks saham global mengalami kenaikan, dan nilai tukar euro menguat terhadap dolar, menunjukkan bahwa pasar menyambut baik keputusan Trump tersebut.

Menurut analis UBS Giovanni Staunovo, pernyataan Trump mengenai penundaan tarif, serta komentarnya tentang kemungkinan sanksi tambahan terhadap Rusia, turut memberikan dukungan terhadap harga minyak pada hari itu.

Rusia dalam Sorotan: Sanksi Baru di Meja Pembahasan

Presiden Trump juga membuat pernyataan tegas terhadap Rusia, menyusul serangan udara terbesar yang dilakukan Moskow dalam konflik berkelanjutan di Ukraina. Dalam unggahan media sosialnya, Trump menyebut Presiden Vladimir Putin sebagai “benar-benar GILA” karena memerintahkan serangan tersebut, dan mengisyaratkan bahwa AS tengah mempertimbangkan sanksi baru terhadap Rusia.

Sanksi terhadap Rusia, yang merupakan salah satu produsen minyak utama dunia dan anggota penting OPEC+, tentu menjadi salah satu faktor utama yang diawasi pasar. Jika sanksi tersebut diberlakukan, maka pasokan global bisa kembali terganggu, yang berpotensi mendorong harga minyak naik signifikan.

Volume Perdagangan Rendah, Tapi Ketidakpastian Tinggi

Libur Memorial Day di AS berkontribusi pada rendahnya volume perdagangan pada hari Senin, tetapi ketegangan di balik layar tetap tinggi. Meskipun tidak ada perubahan signifikan dalam harga WTI dan Brent, sentimen pasar tetap sangat dinamis dan dapat berubah drastis dalam beberapa hari mendatang, tergantung pada hasil dari dua pertemuan penting OPEC+.

Analis memperkirakan bahwa jika OPEC+ benar-benar menambah produksi, hal ini bisa menekan harga dalam jangka pendek, tetapi hanya jika permintaan global tetap stagnan. Sebaliknya, jika ada sinyal bahwa produksi tetap ditahan atau bahkan dikurangi lagi, maka pasar bisa merespons dengan kenaikan harga yang tajam.

Ketegangan antara Pasokan dan Permintaan Masih Jadi Faktor Penentu

Keseimbangan antara pasokan dan permintaan tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga minyak. Di satu sisi, ada kekhawatiran bahwa permintaan global mungkin belum sepenuhnya pulih karena ketidakpastian ekonomi pascapandemi dan ketegangan perdagangan internasional. Di sisi lain, gangguan pasokan akibat konflik geopolitik, sanksi, dan kebijakan OPEC+ bisa memperketat pasar.

Pasar masih mencari arah yang jelas—apakah kebijakan OPEC+ akan tetap ketat untuk menjaga harga, atau mulai longgar untuk mengakomodasi pertumbuhan permintaan. Keputusan pada akhir Mei akan sangat krusial dalam menentukan arah tersebut.

Kesimpulan: Pasar Minyak di Persimpangan Jalan

Harga minyak saat ini mencerminkan ketidakpastian yang tinggi. Meskipun stabil secara nominal, pasar menyimpan ketegangan yang besar menjelang pertemuan OPEC+ pada 28 dan 31 Mei. Para pelaku pasar menunggu sinyal nyata dari OPEC+ tentang arah produksi, sementara dinamika global seperti kebijakan perdagangan AS dan ketegangan dengan Rusia menambah lapisan kompleksitas.

Dalam situasi ini, investor dan analis disarankan untuk terus memantau perkembangan geopolitik, pernyataan resmi OPEC+, serta indikator ekonomi global untuk mengantisipasi pergerakan harga minyak ke depan. Stabilitas harga saat ini bisa menjadi tenang sebelum badai—atau justru sinyal bahwa pasar mulai beradaptasi dengan ketidakpastian yang telah berlangsung lama.