
Harga
Emas (XAU/USD) bergerak negatif pada sesi Asia Rabu (27/08), setelah turun dari puncak dua pekan di $3.395. Tekanan terutama datang dari aksi ambil untung dan rebound moderat
Dolar AS. Meski begitu, ruang penurunan dinilai terbatas karena kekhawatiran atas independensi The Fed menyusul langkah Presiden AS Donald Trump yang kian agresif mendorong pemecatan salah satu gubernurnya cenderung menjaga minat pada aset safe haven seperti
Emas.
Di sisi geopolitik, pelaku
Pasar terus memantau konflik Rusia–Ukraina. Eskalasi ketegangan biasanya mengangkat harga
Emas, sedangkan sinyal kemajuan menuju kesepakatan damai berpotensi menekan harga dalam jangka pendek.
Fokus berikutnya adalah rilis Indeks Harga PCE AS (Juli) pada Jumat. Konsensus memperkirakan PCE utama 2,6% YoY dan PCE inti 2,9% YoY. Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, ruang The Fed untuk memangkas
suku bunga bisa menyempit—mendukung
Dolar dan membebani
Emas. Sebaliknya, data yang lebih jinak dapat menopang logam mulia.
Untuk sementara, arah
Emas akan ditentukan oleh kekuatan
Dolar, imbal hasil
Obligasi AS, serta headline terkait The Fed dan geopolitik. Trader cenderung menunggu data kunci sambil mempertahankan posisi yang hati-hati.(ayu)
Sumber:
newsmaker.id