Emas (XAU/USD) gagal melanjutkan rebound dari terendah tiga pekan dan kembali menarik penjual pada sesi Asia, Kamis (21/8). Risalah FOMC akhir Juli bernada lebih hawkish, menunjukkan peserta rapat lebih khawatir pada inflasi ketimbang
Pasar tenaga kerja.
Hal ini memangkas spekulasi pemangkasan
suku bunga The Fed yang agresif pada September, menguatkan
Dolar AS dan menekan logam mulia yang tidak berimbal hasil.
Di saat yang sama, optimisme atas peluang kesepakatan damai Rusia–Ukraina turut mengikis permintaan safe haven, sehingga menambah beban bagi
Emas. Namun, seruan Presiden AS Donald Trump agar Gubernur The Fed Lisa Cook mundur terkait tuduhan hipotek memunculkan kekhawatiran soal independensi bank sentral, yang berpotensi menahan agresivitas
Penguatan Dolar dan memberi sedikit penopang untuk
Emas.
Ke depan,
Pasar menanti rilis flash PMI global sebagai pemicu jangka pendek sebelum pidato Ketua The Fed Jerome Powell di simposium Jackson Hole.
Sementara arah
Emas dalam waktu dekat kemungkinan ditentukan oleh respons DXY & yield AS terhadap data PMI dan sinyal kebijakan Powell, serta perkembangan terbaru geopolitik Ukraina.(yds)
Sumber: FXstreet