
Harga
Emas dan
Perak tetap bergejolak pasca koreksi terdalam dalam lebih dari lima tahun, sementara
Pasar saham dan
Obligasi global mengambil jeda sejak reli terakhirnya.
Emas yang masih di jalur mecetak tahun terkuatnya sejak krisis
Minyak 1979, yang sempat turun di bawah US$4.100/oz pada sesi London, melanjutkan aksi profit taking yang menekan harga lebih dari 5% pada Selasa. Tak ada pemicu tunggal yang jelas selain usai reli besar di tengah ketidakpastian arah tatanan global.
Saham Eropa Bergerak Turun,
Obligasi Stabil
“
Emas sudah sangat melar, sangat overbought. Banyak unsur FOMO yang masuk,” kata Tony Sycamore (IG).
Di sisi geopolitik, rencana KTT Trump–Putin dirundung keraguan, sementara pertemuan Trump–Xi juga belum pasti, faktor yang menjaga sentimen hati-hati.
Menanti Isyarat Bank Sentral
Pekan depan The Fed mengumumkan keputusan
suku bunga, dengan
Pasar hampir sepenuhnya memperkirakan pemangkasan 25 bps. Minimnya rilis data AS akibat government shutdown membuat pembuat kebijakan berisiko “kehilangan arah” sembari masih berbeda pandangan soal risiko utama.
Presiden Donald Trump menolak bertemu pimpinan Demokrat hingga penutupan
Pemerintah berakhir. Dampaknya, valas bergerak dalam rentang sempit beberapa sesi terakhir—meski
Dolar AS sempat menguat tipis pada Rabu.(yds)
Sumber: Reuters.com