Emas menguat 0,6% ke US$3.359/oz pada sesi Amerika Jumat (22/08), seiring
Dolar melemah setelah Ketua The Fed Jerome Powell membuka pintu pemangkasan
suku bunga pada September. Sentimen berbalik positif untuk logam mulia karena prospek
suku bunga yang lebih rendah biasanya mengurangi beban biaya peluang memegang
Emas.
Dalam pidatonya di Jackson Hole, Powell menegaskan pengangguran stabil namun risiko bagi
Pasar tenaga kerja meningkat. Ia menyebut kebijakan masih berada di wilayah restriktif, sehingga “prospek dasar dan pergeseran keseimbangan risiko mungkin memerlukan penyesuaian” sikap kebijakan, sembari menekankan The Fed akan melangkah hati-hati.
Reaksi
Pasar cepat: taruhan pemangkasan 25 bps September bertambah, mendorong indeks
Dolar Bloomberg melemah dan memperkuat daya tarik
Emas. Intinya, prospek pelonggaran → yield & USD turun →
Emas terbantu.
Meski Powell membuka ruang pelonggaran, ia tetap mengakui kekhawatiran inflasi belum hilang. The Fed harus menyeimbangkan mandat ganda—stabilitas harga dan lapangan kerja—di tengah perubahan kebijakan perdagangan,
Pajak, dan imigrasi yang mempengaruhi prospek.
Ke depan, kunci pergerakan
Emas:
Nada The Fed pada pertemuan mendatang & data inflasi/tenaga kerja AS.
Arah DXY dan imbal hasil Treasury (turun → suportif untuk
Emas).
Konfirmasi pemangkasan September: mempertegas ruang kenaikan
Emas; sebaliknya, sinyal lebih ketat bisa membatasi reli.(ayu)
Sumber:
newsmaker.id