
Harga
Emas turun tipis pada Jumat (22/8) seiring
Penguatan Dolar, sementara investor menanti pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell di simposium tahunan Jackson Hole yang dapat memberi petunjuk baru soal arah kebijakan moneter AS.
Emas spot melemah 0,2% ke US$3.333,01 per ons pada 03:53 GMT. Kontrak berjangka
Emas AS pengiriman Desember turun 0,2% ke US$3.376.
Indeks
Dolar AS (DXY) bertahan dekat level tertinggi dua pekan, membuat
Emas kurang menarik bagi pembeli luar negeri. Pejabat The Fed pada Kamis terkesan pesimis terhadap kemungkinan pemangkasan
suku bunga bulan depan, sementara
Pasar bersiap menunggu pidato Powell yang dijadwalkan Jumat pukul 14.00 GMT. “Dengan peluang damai Rusia–Ukraina yang masih ada dan USD menarik sebagian pembeli,
Emas menghadapi hambatan,” kata Tim Waterer, kepala analis
Pasar KCM Trade. “Namun jika pesan Powell ditafsirkan dovish, USD bisa melemah dan
Emas berpeluang naik lagi.”
Pasar berjangka saat ini mematok peluang 75% untuk penurunan
suku bunga seperempat poin bulan depan, menurut alat FedWatch CME.
Sementara data tenaga kerja terbaru menunjukkan klaim pengangguran AS pekan lalu naik paling besar dalam hampir tiga bulan, sementara pekan sebelumnya menyentuh level tertinggi mendekati empat tahun. Tantangan bagi The Fed: meski ada tanda pelemahan
Pasar tenaga kerja, inflasi masih di atas target 2% dan bisa meningkat akibat kenaikan agresif
Tarif impor oleh pemerintahan Trump.
Selain itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menuntut Ukraina menyerahkan seluruh Donbas timur, meninggalkan ambisi bergabung dengan NATO, tetap netral, dan menolak keberadaan pasukan Barat, menurut tiga sumber yang mengetahui pemikiran Kremlin.
Di tempat lain,
Perak spot turun 0,2% ke US$38,08 per ons, platinum turun 0,9% ke US$1.341,46, dan paladium naik 0,2% ke US$1.112,92.(yds)
Sumber: Reuters