
Harga
Emas melanjutkan reli ke rekor tertinggi pada Selasa (9/9), yang didorong ekspektasi pemangkasan
suku bunga AS pada September mendatang, sementara investor menanti rilis data inflasi pekan ini.
Emas spot naik 0,2% menjadi $3.643,57 per ons pada pukul 14:12 ET (18:12 GMT), setelah sempat menyentuh rekor $3.673,95 di awal sesi. Kontrak berjangka
Emas AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 0,1% di $3.682,2.
“Reli ini sebagian besar dipicu ekspektasi bahwa The Fed akan mulai memangkas
suku bunga, mungkin secepatnya bulan September,” kata Bart Melek, Head of Commodity Strategies di TD Securities.
Berdasarkan CME FedWatch Tool,
Pasar saat ini memperkirakan peluang 92% untuk pemangkasan 25 basis poin pekan depan, dengan sebagian trader juga bertaruh pada pemangkasan lebih besar sebesar 50 bps.
Hal ini terjadi setelah data Jumat lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS anjlok tajam di Agustus.
suku bunga yang lebih rendah biasanya menekan
Dolar dan yield
Obligasi, sehingga meningkatkan daya tarik
Emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Indeks
Dolar memang naik tipis, tapi masih berada dekat level terendah tujuh minggu terhadap mata uang utama lainnya, sementara yield
Obligasi 10 tahun AS juga naik setelah sebelumnya sempat ke level terendah lima bulan. Investor kini menantikan data inflasi produsen (PPI) pada Rabu dan inflasi konsumen (CPI) pada Kamis untuk sinyal tambahan menjelang pertemuan The Fed pekan depan. “Jika ekonomi AS menunjukkan pelemahan lebih lanjut, arus modal bisa lebih banyak mengalir ke
Emas sebagai aset lindung nilai,” tambah Melek.
Sepanjang tahun ini,
Emas sudah beberapa kali mencetak rekor, ditopang pelemahan
Dolar, aksi beli besar-besaran bank sentral, kebijakan moneter dovish, dan ketidakpastian geopolitik global.
Sementara kata John Ciampaglia, CEO Sprott Asset Management. “Kami masih bullish bahkan di level $3.600—kami percaya reli akan berlanjut karena tidak ada tanda perubahan signifikan dari sisi kebijakan
Tarif, hubungan dagang, maupun geopolitik,”
Sementara itu, harga
Perak turun 1,2% ke $40,86 per ons, platinum melemah 1,4% ke $1.363,14, dan paladium terkoreksi 0,3% ke $1.130,61.(yds)
Sumber: Reuters