
Harga
Emas (XAU/USD) naik ke sekitar $3.378 per troy ounce—mendekati level tertinggi dua pekan pada awal sesi Eropa, Selasa. Kenaikan ini terjadi di tengah kekhawatiran
Pasar atas independensi The Fed setelah muncul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump mengatakan akan mencopot Gubernur The Fed Lisa Cook. Ketidakpastian ini biasanya mendorong minat pada aset lindung nilai seperti
Emas.
Selain faktor politik,
Emas juga terbantu oleh ekspektasi bahwa The Fed akan melanjutkan pemangkasan
suku bunga.
suku bunga yang lebih rendah membuat biaya peluang memegang
Emas menurun karena imbal hasil instrumen berbunga jadi kurang menarik, sehingga mendukung harga logam mulia.
Ke depan,
Pasar menunggu rilis data AS malam ini: Consumer Confidence (Conference Board), Durable Goods Orders, dan Richmond Fed Manufacturing Index. Data-data ini akan memberi petunjuk tentang daya beli konsumen, kekuatan pesanan barang tahan lama, serta kondisi manufaktur regional—semuanya faktor yang bisa memengaruhi arah
Dolar AS dan selera risiko.
Menjelang akhir pekan, fokus beralih ke rilis besar seperti PDB kuartal II dan Indeks Harga PCE Juli. Bila pertumbuhan atau inflasi lebih kuat dari perkiraan,
Dolar AS (Greenback) berpotensi menguat dan menekan harga
Emas yang berdenominasi
Dolar. Sebaliknya, data yang lebih lemah bisa menjaga
Emas tetap diminati.(ayu)
Sumber:
newsmaker.id