BPF Malang

Image

Minyak Alami Kenaikan, Hormuz Masih Terkunci

Analisis Minyak Alami Kenaikan, Hormuz Masih Terkunci - Data Pasar 2026-04-24

Minyak Alami Kenaikan, Hormuz Masih Terkunci

Harga Minyak naik untuk hari kelima berturut-turut seiring kebuntuan AS-Iran yang membuat prospek pembukaan kembali Selat Hormuz kian tidak jelas. Brent menembus US$107 per barel dan berada di jalur kenaikan mingguan sekitar 19%, yang menjadi lonjakan terbesar sejak reli awal ketika konflik Timur Tengah memanas pada awal Maret. Menurut dua pejabat AS yang mengetahui pembahasan, unggahan Presiden Donald Trump di Truth Social dan keputusan melanjutkan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran dinilai memperburuk jalannya negosiasi melalui mediator seperti Pakistan. Blokade tersebut menekan ekspor Minyak mentah Iran, yang disebut sebagai satu-satunya arus keluar dari Teluk Persia sejak perang dimulai pada akhir Februari, dan tetap menjadi titik sengketa utama untuk membawa Teheran kembali ke meja perundingan. Di saat yang sama, sebuah kapal tanker yang terkena sanksi AS dan mengangkut Minyak Iran terlihat bergerak untuk keluar dari selat, yang berpotensi menguji penghalang angkatan laut AS. Ole Hansen dari Saxo Bank menilai belum ada langkah yang mampu meredakan tekanan naik harga, sementara pelaku Pasar melihat belum ada ujung yang jelas dari kebuntuan yang menghambat akses melalui Selat Hormuz. Konflik ini mengguncang Pasar energi, dengan nyaris tertutupnya Selat Hormuz sempat memangkas arus Minyak dan gas dari produsen utama di Teluk Persia. Harga sebelumnya sempat mereda dalam beberapa pekan terakhir karena gencatan senjata memunculkan harapan tercapainya kesepakatan damai, namun kekhawatiran baru bahwa pembicaraan tersendat, disertai retorika dan ancaman militer yang meningkat, kembali menambah premi geopolitik pada harga Minyak. Goldman Sachs memperkirakan produksi Minyak Teluk Persia memerlukan “beberapa bulan” untuk pulih sebagian besar, dengan asumsi Hormuz dibuka penuh dan tidak ada serangan baru. Bank tersebut memperkirakan pemangkasan output sekitar 14,5 juta barel per hari, atau lebih dari 50% pada April. Hansen menambahkan, bahkan jika Hormuz dibuka penuh, normalisasi arus dapat tetap memakan waktu beberapa bulan, berisiko menciptakan pengetatan tambahan terutama pada diesel dan avtur serta mendorong negara dan perusahaan menahan permintaan. (gn)* Sumber: Newsmaker.id

Analisis Komprehensif Pasar Minyak

Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.

Faktor Penentu Harga Minyak

  • Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
  • Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
  • Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
  • Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam Platform Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

analisis teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.