
Harga
Perak (XAG/USD) stabil di sesi Asia Senin (25/08) di sekitar $38,9/oz, mempertahankan kenaikan pekan lalu meski laju mengendur intraday. Pergerakan harga yang tenang mencerminkan jeda setelah reli, dengan
Pasar menimbang ulang arah
Dolar AS dan imbal hasil jelang serangkaian data AS akhir pekan ini.
Secara makro, ekspektasi pemangkasan
suku bunga The Fed pada September tetap tinggi—sekitar 75–85%—setelah sinyal dovish Jerome Powell di Jackson Hole. Namun,
Dolar AS mencoba bangkit tipis pagi ini, yang bisa menahan kenaikan cepat
Perak dalam jangka sangat pendek. Kombinasi “cut odds” yang besar dan
Dolar yang belum pulih penuh tetap menjadi angin belakang bagi logam mulia.
Di sisi fundamental jangka menengah, Silver Institute memperkirakan
Pasar Perak kembali defisit pada 2025 (tahun ke-5 beruntun), ditopang permintaan industri—khususnya fotovoltaik/solar—yang tetap kuat meski ada efisiensi penggunaan. Defisit yang berkelanjutan menjaga struktur bullish di balik volatilitas harian.(ayu)
Sumber:
newsmaker.id