
Harga
Perak (XAG/USD) masih terkoreksi pada perdagangan sesi Asia hari Kamis (18/9) setelah reli ke puncak multi-tahun, diperdagangkan di area $41,5–$41,8/oz pada perdagangan terbaru. Tekanan jual muncul usai euforia pemangkasan
suku bunga The Fed mereda dan
Pasar kembali menimbang arah
Dolar AS. Secara harian, kinerja
Perak melemah sekitar 1–2% dibanding sesi sebelumnya, sejalan dengan rilis yang menempatkan XAG sempat turun ke kisaran $41,50.
Dari sisi kebijakan, The Fed memangkas
suku bunga 25 bps ke 4,00%–4,25% dan memberi sinyal jalur pelonggaran berlanjut lewat proyeksi (dot plot) yang mengarah ke kisaran 3,5%–3,75% pada akhir tahun. Narasi ini menekan imbal hasil riil dan secara fundamental mendukung logam tak berimbal hasil seperti
Perak, meski efeknya tertahan bila nada The Fed dianggap kurang dovish.
Faktor
Pasar uang tetap krusial: DXY sempat merosot ke level terendah multi-tahun namun berusaha stabil saat Powell menekankan manajemen risiko inflasi—membuat sentimen
Perak berfluktuatif. Di latar global, tren pelonggaran moneter meluas (mis. Bank of Canada memangkas 25 bps ke 2,5%) ikut menopang narasi aset lindung nilai, tetapi data AS berikutnya dan arah
Dolar akan menentukan apakah
Perak kembali menguji area puncak atau lanjut konsolidasi di kisaran saat ini. (Arl)
Source :
newsmaker.id