
Harga
Perak memangkas kenaikannya pada hari Selasa (2/9) di tengah tekanan
Penguatan Dolar AS. Penurunan ini juga terjadi pasca melesatnya harga
Perak sepanjang tahun ini, yang mencatatkan kenaikan hingga 39,88 % sejak awal tahun.
Namun, di sisi lain ada sinyal
Pasar global yang cukup positif. Analisis dari Commerzbank mencatat bahwa harga
Perak keesokan harinya sempat melampaui level US$ 40 per ons troy untuk pertama kalinya dalam 14 tahun. Hal ini dipicu oleh
Penguatan harga
Emas dan ekspektasi
Pasar terkait potensi pemangkasan
suku bunga The Fed, yang membuat aset safe-haven seperti logam mulia semakin diminati. Liputan serupa juga menyoroti bahwa lonjakan harga
Perak ini merupakan bagian dari momentum global, di tengah ketidakpastian ekonomi dan kebijakan moneter AS.
Secara umum, meskipun terjadi sedikit koreksi pada harga
Perak pada hari ini, tren jangka panjang masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Lonjakan ke level tertinggi dalam 14 tahun dan kenaikan hampir 40 % sejak awal tahun mencerminkan antusiasme investor terhadap aset safe-haven. Ekspektasi terhadap
suku bunga yang lebih rendah di AS juga diyakini menjadi katalis utama di balik reli harga
Perak baru-baru ini. (Arl)
Source :
newsmaker.id